Hari demi hari
Lika liku yang datang silih berganti
Dari percaya berubah menjadi tanya di hati
Yang selalu terlintas difikiran ini
Tapi ternyata
Semua itu hanya dugaan ku saja
Bukan kenyataan yang ada
Tapi aku hanya pengisi kekosongan sesaat dihatinya
Hanya kejujuran yang selalu aku minta
Tapi apa daya
Hanya omongan yang tak terbukti adanya
Hanya kebohongan dihatinya
Karena jarak yang jauh sulit untuk saling percaya
Hanya hati yang tulus terlihat akan buktinya
Tanpa harus diminta
Dan tau apa yang harus dilakukannya
Saat ini hanya kecewa yang aku rasa
karena dari dulu hanya satu yang aku minta
Kejujur, Tapi apa
Hanya kebohongan yang ada
Mungkin karena ada hati yang sedang dijaga
Atau mungkin sudah tak ada rasa
Tapi biarlah. Aku sudah memberikan yang terbaik untuk dirinya
Setidaknya aku sudah berjuang untuknya
Sekarang hanya senyuman kecil yang ada
Meskipun sedikit terpaksa
Tapi ikhlas yang nantinya akan mengubahnya
Yang terpenting berfikr positif dan hilangkan berburuk sangka
( Irawati Kusuma Wardani )
Sunday, 19 March 2017
Saturday, 11 March 2017
Karena Ada Dirinya
Aku tidak mengira
Aku sedekat ini dengan dirinya
Karena kenyamanan memunculkan sebuah tawa
Yang sudah lama tak menyapa
Senyuman telah kembali
Menghiasi hari hari
Mengubah wajah kusam menjadi berseri
Seindah pelangi disiang hari
Semoga senyuman ini akan bertahan lama
Dengan adanya dirinya
Yang senantiasa terus bersama
Didalam suka dan duka
Aku milihnya bukan karena fisiknya
Bukan kerena hartanya
Bukan karena jabatannya
Tapi karena kebaikannya
Meskipun ada batasan yang ada
Karena aku belum direstui oleh mereka
Bersembunyi hanya untuk dirinya
Karena aku ingin menjaga hatinya
Ingin aku rasanya
Untuk berjumpa dengan dirinya
Meskipun hanya di dalam mimpi saja
Untuk menghilangkan rindu yang ada
Didalam sujutku
Selalu terlintas namamu
Yang setiap saat ingin mendoakanmu
Agar tetap baik baik saja saat jauh dariku
Aku tau jarak yang memisahkan kita
Tapi kita mengalahkan jarak yang begitu jauhnya
Dengan adanya kesempurnaan yang kita cipta
Dari banyaknya perbedaan diantara kita
Atas nama cinta
Semoga tak ada kata
Mengecewakan dikamus hubungan kita
Untuk esok kita berdua
( Irawati Kusuma Wardani )
Aku sedekat ini dengan dirinya
Karena kenyamanan memunculkan sebuah tawa
Yang sudah lama tak menyapa
Senyuman telah kembali
Menghiasi hari hari
Mengubah wajah kusam menjadi berseri
Seindah pelangi disiang hari
Semoga senyuman ini akan bertahan lama
Dengan adanya dirinya
Yang senantiasa terus bersama
Didalam suka dan duka
Aku milihnya bukan karena fisiknya
Bukan kerena hartanya
Bukan karena jabatannya
Tapi karena kebaikannya
Meskipun ada batasan yang ada
Karena aku belum direstui oleh mereka
Bersembunyi hanya untuk dirinya
Karena aku ingin menjaga hatinya
Ingin aku rasanya
Untuk berjumpa dengan dirinya
Meskipun hanya di dalam mimpi saja
Untuk menghilangkan rindu yang ada
Didalam sujutku
Selalu terlintas namamu
Yang setiap saat ingin mendoakanmu
Agar tetap baik baik saja saat jauh dariku
Aku tau jarak yang memisahkan kita
Tapi kita mengalahkan jarak yang begitu jauhnya
Dengan adanya kesempurnaan yang kita cipta
Dari banyaknya perbedaan diantara kita
Atas nama cinta
Semoga tak ada kata
Mengecewakan dikamus hubungan kita
Untuk esok kita berdua
( Irawati Kusuma Wardani )
Thursday, 9 March 2017
Masa Lalu dan Masa Depan
Masa lalu ada
karena sengaja atau tidak disengaja
Masa depan tercipta
Karena terencana
Dimana ada masa lalu
Pasti teringat kejadian lalu
Dimana ada masa depan
Pasti terbayang kebahagiaan
Jangan terus menengok kebelakang
Hanya akan membuatmu terus terkenang
Jangan terus melihat kebelakang
Hanya ada rasa bersalah yang terus terbayang
Teruslah menghadap kedepan
Karena masa lalu tidak akan terhentikan
Teruslah melihat kedepan
Karena kebahagian selalu menantikan
Buang semua masa lalu yang buruk
Dengan belajar menjadi yang lebih baik
Simpan masa lalu yang baik
Dengan mengamalkannya untuk masa depan yang lebih baik
Selamat tinggal masa lalu
Masa dimana aku akan menutup semua lembaran itu
Di dalam lembaran kusam masa lalu
Yang tak kan aku buka kembali di dalam kehidupanku
Selamat datang masa depan
Masa dimana aku akan membuka lembar paling depan
Yang akan aku tulis cerita yang dinantikan
Rencara didalam kebahagiaan
karena sengaja atau tidak disengaja
Masa depan tercipta
Karena terencana
Dimana ada masa lalu
Pasti teringat kejadian lalu
Dimana ada masa depan
Pasti terbayang kebahagiaan
Jangan terus menengok kebelakang
Hanya akan membuatmu terus terkenang
Jangan terus melihat kebelakang
Hanya ada rasa bersalah yang terus terbayang
Teruslah menghadap kedepan
Karena masa lalu tidak akan terhentikan
Teruslah melihat kedepan
Karena kebahagian selalu menantikan
Buang semua masa lalu yang buruk
Dengan belajar menjadi yang lebih baik
Simpan masa lalu yang baik
Dengan mengamalkannya untuk masa depan yang lebih baik
Selamat tinggal masa lalu
Masa dimana aku akan menutup semua lembaran itu
Di dalam lembaran kusam masa lalu
Yang tak kan aku buka kembali di dalam kehidupanku
Selamat datang masa depan
Masa dimana aku akan membuka lembar paling depan
Yang akan aku tulis cerita yang dinantikan
Rencara didalam kebahagiaan
( Irawati Kusuma Wardani )
Wednesday, 8 March 2017
Puisi Pertamaku
Di dalam kelas
Guru memberikan tugas
Membuat puisi yang puitis
Diselembar kertas
kata apa yang harus aku tuangkan
Waktupun terus berjalan
Dalam waktu dua jam hurus dikumpulkan
Puisi belum juga aku kerjakan
Aku bingung
Kertasku masih kosong
Dan akupun masih tetap bingung
Fikiranku masih saja tetap kosong
Aku tidak bisa merangkai kata
Pilihan kata yang bagaimana
Imajinasi yang seperti apa
Aku tidak tahu apa apa
Melihat teman lain sudah mulai menulis
Akupun mencoba untuk menulis
Tapi apa yang harus aku tulis
Puisi apa yang akan aku tulis
Akupun mulai menulis
Apa yang aku fikirkan aku tulis
Dengan berfikir kritis
Tak peduli syarat puisi yang harus ditulis
Dan ini hasil yang aku tulis
Karena teringat memori masa lalu
Aku jadi terkenang puisi pertamaku
Puisi yang ternyata dapat nilai seratus itu
Kini ku tulis kembali untuk aku kenang semua itu
( Irawati Kusuma Wardani )
Guru memberikan tugas
Membuat puisi yang puitis
Diselembar kertas
kata apa yang harus aku tuangkan
Waktupun terus berjalan
Dalam waktu dua jam hurus dikumpulkan
Puisi belum juga aku kerjakan
Aku bingung
Kertasku masih kosong
Dan akupun masih tetap bingung
Fikiranku masih saja tetap kosong
Aku tidak bisa merangkai kata
Pilihan kata yang bagaimana
Imajinasi yang seperti apa
Aku tidak tahu apa apa
Melihat teman lain sudah mulai menulis
Akupun mencoba untuk menulis
Tapi apa yang harus aku tulis
Puisi apa yang akan aku tulis
Akupun mulai menulis
Apa yang aku fikirkan aku tulis
Dengan berfikir kritis
Tak peduli syarat puisi yang harus ditulis
Dan ini hasil yang aku tulis
Karena teringat memori masa lalu
Aku jadi terkenang puisi pertamaku
Puisi yang ternyata dapat nilai seratus itu
Kini ku tulis kembali untuk aku kenang semua itu
( Irawati Kusuma Wardani )
Tuesday, 7 March 2017
Apa Aku Masih Pantas ?
Apa aku masih pantas ?
Sampai kapan kamu akan bertanya
Jika kamu terus sibuk bertanya
Kapan kamu akan mendengar jawabannya
Jika kamu terus subuk mencari jawabannya
Apa aku masih pantas ?
Jangan mencari jawaban pada orang lain
Mereka tidak akan tahu apa yang kamu inginkan
Carilah jawaban pada dirimu dalam batin
Karena batin kecilmu tahu apa yang kamu inginkan
Apa aku masih pantas ?
Apa yang difikirkan
Belum tentu sama dengan apa yang orang lain fikirkan
Semua yang dipantaskan
Belum tentu pantas untuk orang lain
Apa aku masih pantas ?
Coba lihat dirimu
Yakinkan dirimu
Karena dirimu tahu
Dirimu bukan yang dulu
( Irawati Kusuma Wardani )
Sampai kapan kamu akan bertanya
Jika kamu terus sibuk bertanya
Kapan kamu akan mendengar jawabannya
Jika kamu terus subuk mencari jawabannya
Apa aku masih pantas ?
Jangan mencari jawaban pada orang lain
Mereka tidak akan tahu apa yang kamu inginkan
Carilah jawaban pada dirimu dalam batin
Karena batin kecilmu tahu apa yang kamu inginkan
Apa aku masih pantas ?
Apa yang difikirkan
Belum tentu sama dengan apa yang orang lain fikirkan
Semua yang dipantaskan
Belum tentu pantas untuk orang lain
Apa aku masih pantas ?
Coba lihat dirimu
Yakinkan dirimu
Karena dirimu tahu
Dirimu bukan yang dulu
( Irawati Kusuma Wardani )
Subscribe to:
Comments (Atom)