Tuesday, 5 September 2017

Mencintai bukan karena sebaik-baiknya orang

       Aku mencintaimu bukan karena aku mencintai karana sebaik-baiknya orang, tapi aku mencintaimu karena seburuk-buruknya orang. Karena disaat itu aku mengenalmu saat kamu dipandang buruk oleh semua orang bahkan orangtuamu sendiri mengakuinya.
       Awalnya aku biasa saja saat mengenalmu bahkan aku pernah berfikir aku tidak akan pernah mau dekat ataupun bicara dangan dirimu, karena banyak omongan buruk tentangmu.
       Aku sangat mengenali diriku sendiri aku memang susah untuk mencintai seseorang, cuek dan masa bodoh dalam hal yang tidak menguntungkan dalam hidupku dalam arti tidak bisa membangun hidupku menjadi lebih baik.
       Entah mengapa disaat kamu datang masuk dalam hidup ku, aku merasa bahwa kamu itu kosong (tidak memiliki tujuan hidup) dan aku merasa hidup yang kamu jalani hanya sia-sia jika dibiarkan begitu saja, bahkan kamu sendiri memiliki kemampuan.
       Karena kekosonganmu itu aku merasa aku harus mengisinya.
"Seperti halnya bak mandi semakin lama bak mandi didiamkan maka air yang ada di dalam bak mandi akan menjadi keruh,
Jika terlanjur keruh dan kamu tetap bermain-main dengan air yang keruh tersebut maka kotoran yang mengendap dibawah akan menyebar dan menjadi semakin lebih keruh,
Jadi aku harus membuang air tersebut dan menguras bak mandi dan mengisinya kembali dengan air yang bersih"
       Entah apa yang aku mau dan apa yang ingin aku buktikan dengan keputusanku tersebut
Tapi pada dasarnya aku ingin menjadikanmu menjadi orang yang baik dan berguna. Bukan menjadi orang yang tidak berguna yang hanya dicela oleh kebanyakan orang dan dibuang begitu saja.
       Kamu tahu ? aku memiliki keyakinan bahwa kamu akan menjadi lebih baik besok, dan perlahan-lahan kamu mulai menerima apa yang menjadi keinginanku, aku hanya ingin kamu menjadi orang yang baik dan berguna itu saja.
       Meskipun aku tau berubah menjadi lebih baik itu menbutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tapi dengan adanya niat, keyakinan, kemauan dan tekat yang kuat, aku yakin kamu bisa.
       Sekian lama kamu mencoba membuktikannya, ya, meskipun kamu membuktikan bahwa kamu itu "bisa" hanya karena untuk diriku hahaha aku ini membuatmu seperti itu bukan berarti itu untuk keinginanku saja tapi untuk dirimu dan masa depanmu sendiri, aku ini hanya perantara untuk menjadikanmu menjadi lebih baik, Tapi bagiku itu tidaklah masalah mungkin besok entah kapan kamu akan menyadari dan membuktikannya kesemua orang bukan hanya untuk diriku saja.
       Semakin lama bersama dan aku sudah mulai merasa bahwa kamu sudah semakin banyak berubah, aku pun bangga dan sangat merasa senang dengan perubahanmu itu.
       Tapi kenapa disaat aku mulai bangga dan meninggikan namamu kenapa kamu meminta untuk kita berpisah
Dengan alasan yang tidak jelas dan hanya menyalahkanku.
Dengan alasan aku ini BERUBAH.
       Aku memang bukan yang seperti dulu lagi, aku juga mengakui aku memang sudah berubah. Apakah orang yang berumur 19 tahun akan memiliki pola pikir yang sama dengan saat ia berumur 18 tahun ?
Pastinya berubah entah itu dalam pola pikir, fisik dan sebagainya tapi perubahan itu bukan perubahan yang buruk, aku pun merasa saat itu aku memiliki perubahan yang baik bukan sebaliknya.
Lalu yang dimaksud,
Berubah yang seperti apa ?,
Berubah yang bagaimana ?, dan
Berubah dalam hal apa ? .
       Jika saat itu keputusanmu memang sudah menjadi keputusan yang terbaik akupun juga tidak bisa menghalanginya. Karena aku tahu setiap orang memiliki keingan dan tujuannya masing-masing. Mungkin saat itu sudah menjadi yang terakhir . .
Tapi saat ini ...
Yaaa sudah lahhh ...
                                     Tamat

Irawati Kusuma Wardani

No comments:

Post a Comment